Benarkah puasa dapat menghilangkan stress ?

Senin, 12 Juli 2010 0 komentar
Read More..
Dunia penuh dengan hiruk pikuk gemerlapan. Menyebabkan berbagai macam masalah yang dapat mengganggu kesehatan jiwa. Kini kita putar kembali memory kita temtang penyebab kesehatan jiwa.
Ahir-akhir ini penyakit yang berkembang adalah stress, dan unsur dari berbagai macam penyakit tersbut disebabkan gejolak jiwa yang tidak dapat terkontrol. Namun, hal Manfaat puasa sangatlah banyak.
Buku ini sangat menarik sekali, selain menarik buku ini berguna bagi kehidupan kita, terutama masalah kesehatan. Buku ini mengulas atau mengupas manfaat puasa secara jelas yakni puasa sebagai terapi.
Dan buku ini disajikan dengan menarik sekali dan gaya bahas yang mudah untuk difahami.
Akan tetapi buku ini memiliki kekurangan yakni tidak adanya gambar yang dapat memberikan gaya tarik tersendiri dan agar pembaca tidak bosan dalam membacanya

Akhwat_pen@
Semester IV Tarbiyah(PBA)
Asal Kalimantan

Negeri Lima Menara

0 komentar
Read More..
Judul Buku : Negeri Lima Menara
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : PT Gramedia, Pustaka Utama Jakarata.
Cetakan : Pertama, Juli 2009
Tebal buku : 416 Halaman
Peresensi : May Rista Rizqiyah


Begitu banyak Novel yang terinspirasi oleh kisah novelis itu sendiri dan salah satunya adalah novel “Negeri Lima Menara” ini, Sebuah novel yang tidaka hanya mengajak kita merenungi atua meresapi tapi juga mengajak kita untuk “mengerti” kalimat sakti “Man Jadda Wa jada”
Sosok Alif, seorang anak Minangkabau yang punya obsesi melanjutkan ke SMA setelah menamatkan madrasah tsanawiyahnya, “dengan setengah hati” harus memenuhi keinginan sang ibu; menjadi Buya Hamka, walaupun sebenaranya keinginan Alif menjadi Bapak BJ Habibie yag mengamati dan mengerti teori-teori modern.
Dengan kombinasi patuh pada Ibu dan informasi dari pamannya yaitu Pak Etek Gindo untuk belajar dipesanren, maka berangkatlah Alif ke plosok Jawa Timur. Pondok pesantern Madani itulah nama podok yang Alif tempati,
Disanalah Ia berhasil mempelajari pendidikan kehudupan, kuatnya keikhlasan, serta prasangka baik pada Tuhan, Bersama kelima teman baiknya yaitu Said, Dulmajid, Atang, Baso dan Raja yang tentunya beda warna. Suka duka dilalui bersama, mereka menyebut diri mereka Shohibul menara, karena di bawah menaralah mereka tak sekedar bersama, di bawah menara Alif melihat awan seperti Benua Amerika, Raja bersikeras awan yang sama berbentuk Eropa, sementara Atang berbentuk Afrika, Baso dalam konteks Asia, Sedangkan Said dan Dulmajid sangat nasionalis. Mereka mengerahkannya semuanya dengan ikhtiar dan menggenapkannya dengan do’a dan Tuhan mengirim Benua impian mereka masing-masing, kunfayakun.
Begitulah Fuadi mengisahkan semuanya bak laporan jurnalistik kawakan! Sungguh inspiratif !! Membaca karya Fuadi ini kita diajak berkelana melihat, mengamati betapa cantiknya dunia dalam mimpi-mimpi indah yang tentunya disertai kerja keras dan semangat juang yang luar biasa.
Dan bukan hanya itu karya inspiratif ini juga memberi memberi pesan pada kita bahwa semua manusia layak mempunyai cita-cita setinggi langit, seperti yang dikutip dalam buku ini, “ Modal kami hanya bermimpi, lalu berusaha, kerja keras dan melengkapinya dengan do’a”
Tak lepas dari itu “Negeri Lima Menara” ini benar-benar cerita yang memaparkan generasi Bangsa ini untuk maju dan tidak menyerah , dengan kultural minangkabau dan selipan humor “pondok banget”
Terasa menggelitik, begitulah Fuadi menulisnya dengan kata hati sehingga terasa menyentuh hati, Inilah Nostalgia Alif dari pertama menginjak kaki di pondok Madani plosok jawa Timur sampai harus tinggal di Wasington D.C pusat power sedunia, dan uniknya inilah adalah kisah nyata, kisah nyata sohibul menara yang dengan jerih payah, mereka mampu menggapai benua-benua yang mereka inginkan, jadi jangan pernah meremehkan impian sungguh Tuhan Maha Mendengar.
Kisah inspiratif ini layak dibaca semua kalangan khususnya anak Pondok, karena penulis memberikan perenungan bagi pembaca untuk selalu haqqul yaqin; tidak putus asa dalam hidup.,,
Karena man jadda wa jada.

May rista rizqiyah
Semester IV Dakwah(KPI)
Asal Sumenep

NULIS??? QT BUANGEEEETZZZZZZZZZZZZZ!!!

0 komentar
Read More..
Siapa di antara Para Sobat yang suka nulis? Atau jangan-jangan nggak ada yang suka nulis? Ow……ow……..ow……
kalian sukanya nonton ya? Nongkrong? Dengerin musik? Hemm, nggak apa-apa sih Sobat punya hobi seperti itu, tapi jangan meremehkan nulis juga loh. Apalagi sampai beranggapan kalau menulis itu hal yang sangat ngebosenin. Ups, sadar nggak? Sebenarnya dalam keseharian kita tuh nggak bisa terlepas dari aktivitas menulis. Kalau kamu lagi sedih atau senang, bentar-bentar nulis di diary, apalagi kalau udah putus cinta, sampai berlembar-lembar nulis di diary. Iya kan? Di sekolah atau di kampus juga udah pasti nulis, jadi jangan bilang lagi deh kalau nulis itu sesuatu yang membosankan. Justru dengan menulis banyak manfaat yang bisa kita rasakan.
Secara, kita sebagai manusia memiliki sifat pelupa. Jadi kita akan teringat lagi saat membaca catatan yang udah kita tulis. Bukan hanya itu, kalau Sobat terbiasa menulis, tulisan kita bisa dimuat di media. Dengan begitu tulisan kita bisa terbaca banyak orang, sesuatu yang membanggakan bukan? Menulis juga banyak macamnya. Ada yang berupa opini, artikel, cerpen, puisi, novel, atau yang lainnya. Tapi, menulis juga nggak bisa lepas dari kebiasaan membaca. Semakin sering membaca, semakin mudah untuk menulis, karena kita punya banyak referensi untuk dituliskan.
Penulis-penulis sukses juga berawal dari hobi membaca seperti JK. Rowling, penulis novel Harry Potter atau Andrea Hirata, yang keren banget lewat tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Terus juga ada Habiburrohman el-Syirazi lewat buku Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih yang udah dibuat film. Di Banten sendiri ada Gola Gong, almarhum Wan Anwar, dan banyak lagi. Nah, nggak ada salahnya kan kita punya hobi menulis atau membaca. Justru keduanya memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita. Bahkan ada pepatah yang bilang kalau banyak baca, banyak tahu. Bagimana dengan Sobat di rumah? Yuk, mulai sekarang kita banyak-banyak membaca. Kalau udah terbiasa membaca, kita pun akan termotivasi buat menulis.

Rista DeWe
Semester IV

Variabel hidup

1 komentar
Read More..
Banyak diantara kita yang selalu melakukan sesuatu berdasarkan rencana yang lengkap. Karena, sebagian dari kita memang beum terbiasa ‘’Menulis apa yang akan kita kerjakan dan apa yang kita tuis”.
Setiap orang memilki factor-faktor penentu kwalitas hidup masing-masing dengan urutan Prloritas yang berbeda-beda pula. Faktor-faktor tersebut bias sangat beragam jenis dan tingkat kepentingannya. Uang, waktu, jumlah teman, Dll.
1. Uang
Uang adalah factor penentu kwalitas hidup yang paling mudah dikenali dan sangat mudah terpengaruh, Uang memang bukan segala-galanya tetapihampir semua urusan bias terbengkalai tmp uang.
2. Waktu
Jika kamu tidak mempunya waktu uatuk mereka pada saat mereka membuturuhkan kamu, jangan bilang kamu mencintai mereka.
3. Jumlah Teman
Hidup dengan banyak teman sunggun sangat menyenangkan dan menenangkn fikiran. Bagaimana rasanya kalau kemanapun kita pergi bertemu dengan teman kita? Yang past kamu tidak memerukan body guard jika memliki teman sebanyak itu.
“ Be tught to life now, Other wise your life will be very tough to you, some day later”

Izzatul Masunah
Semester II(KPI)
Asal Jember